BAB DURHAKA KEPADA ORANGTUA - DKM AL HIJRAH PH6 : DKM AL HIJRAH PH6

BAB DURHAKA KEPADA ORANGTUA

August 27, 2017

Berikut ringkasan materi terakhir dan materi kedepan



BAB DURHAKA KEPADA ORANGTUA
bab ini menjelaskan bahaya uquuqul walidain. Arti uquuq : mematahkan atau memutuskan

hadits ke-15

dari Abu Bakrah, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah kuberitahukan kepada kalian dosa dosa besar yang paling besar? tiga kali. Sahabat mengatakan : tentu wahai rasulullah! Kata beliau saw : “SYIRIK KEPADA ALLAH, DURHAKA KEPADA KEDUA ORANGTUA, -beliau tadinya bersandar lalu duduk dan berkata – HATI HATI PERKATAAN DUSTA!”. Beliau mengulang ulang sampai aku berkata : semoga saja beliau segera menghentikan peringatannya

?Penjelasan hadits
1. abu bakrah : nufai’ ibnul harits.. fuqoha sahabat dia tidak punya anak namanya bakrah  namun karena dia mengulurkan bakrah dari Thaif
2. (alaa unabbi-ukum)  cara menarik perhatian dalam mengajarkan ilmu dengan bertanya
3. (tiga kali)  menunjukkan pentingnya hal yang akan disebutkan
4. menunjukkan sayangnya nabi ke umatnya ((telah datang seorang rasul dari kalangan kalian))
5. syirik kepada Allah ((syirik zhalim yang besar)) : menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal yang khusus ((sungguh kami dulu sesat ketika kami samakan kalian dengan rabbul alamin))
6. durhaka kepada kedua orangtua  menyakiti dengan perkataan, perbuatan
7. durhaka ini bertingkat tingkat
8. (duduk sebelumnya bersandar)  duduk maksudnya menekankan urusan setelahnya
9. (andai saja beliau berhenti)  sahabat kasihan ke nabi karena beliau mengingatkan berulang ulang
10. zuur  baatil : ditekankan bukan karena ia lebih berbahaya, namun karena lebih mudah terjadi ketimbang syirik dan durhaka karena keduanya sesuai dengan fithrah manusia

?Pelajaran hadits
1. bagusnya cara penyampaian nabi dalam mengajar para sahabat
2. beratnya dosa syirik
3. dosa besar yang paling besar setelah syirik adalah durhaka kepada orangtua..((dan Kami wasiatkan manusia agar tidak menyembah kec kepada allah dan berbuat ihsan kepada kedua ortunya))
4. Besarnya dosa durhaka kepada orangtua
5. bahaya berkata dusta karena mudahnya hal tersebut terjadi sedangkan ia adalah dosa besar juga –semoga Allah menjaga kita semua-
6. pentingnya mempelajari dosa dosa besar agar sholat, shaum, jumat bisa menjadi penghapus dosa kecil dengan dijauhinya dosa besar –kaifa yattaqi man laa yadri maa yattaqi- (bagaimana seseorang bisa menghindari sesuatu yang tidak dia ketahui bahayanya)
7. bahwa dosa besar tidak sama tingkatannya

hadits ke-16

dari warrad –sekretaris al mughiroh bin syu’bah- : muawiyah menulis kepada al mughiroh : tuliskan kepadaku apa yang engkau dengar dari rasulullah saw! kata warrad : maka al mughiroh mendiktekan kepadaku dan aku tulis : sunnguh aku mendengar beliau saw “melarang banyak bertanya, menyia-nyiakan harta dan qiila wa qoola (mengikuti kabar burung)

?penjelasan hadits
1. (tuliskan untukku)  semangat dalam mencari ilmu dan menyebarkan ilmu
2. (banyak bertanya/minta) : baik harta atau bertanya dalam hal yang tidak manfaat dalam urusan dunia atau akhirat
3. (menghamburkan harta) : harta itu amanah dan akan ditanya..
4. harta disebut maal karena hati condong atau miring kepadanya
5. (qiila dan qola) : menyibukkan dengan desas desus
6. mana keterkaitan hadits ini dengan bab ini?  syahidnya ada di jalan lain dari hadits ini yaitu terlarangnya (uquuqul ummahat)

?pelajaran hadits
1. semangat sahabat dalam mencari ilmu dan menyebarkan ilmu
2. tercelanya meminta minta
3. tercelanya bertanya dalam hal yang tidak manfaat dalam urusan dunia atau akhirat seseorang
4. wajibnya menyikapi harta sebagai amanah Allah yang akan ditanyakan
5. terlarangnya menyebarkan hoax atau kabar burung