Bab Dosa Orang yang Memutus Hubungan Silaturrahim - DKM AL HIJRAH PH6 : DKM AL HIJRAH PH6

Bab Dosa Orang yang Memutus Hubungan Silaturrahim

August 14, 2018

45/64. Dari Jubair ibnu Muth’im, bahwasanya dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

٤٥/٦٤ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ

“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali silaturrahim.”

Shahih, di dalam kitab Sltahih Abu Daud (1488), Ghayatul Maram (407). (Bukhari, 78- Kitab Al Adah, 11- Bab Itsmul Qathi’i. Muslim, 45-Kitab Al Birru wash-Shilatu wal-Adab, hadits 18,19).

46/65. Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

٤٦/٦٥ إِنَّ الرَّحِمَ شَجْنَةٌ مِنَ الرَّحْمَنِ، تَقُولُ: يَا رَبِّ إِنِّي ظُُلِِمْتُ يَا رَبِّ إِنِّي قُطِعْتُ يَا رَبَّ إِنِّي إِنِّي فَيُجِيْبُهَا أَلآ تَرْضَيْنَ أَنْ أَقْطَعَ مَنْ قَطَعَكِ وَأَصِلَ مِنْ وَصَلَكِ

” Sesungguhnya rahim itu bagian dari Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih). Rahim berkata, ‘Wahai Tuhanku! sesungguhnya aku dianiaya. Wahai Tuhanku! sesungguhnya aku diputuskan (hubungan). Wahai Tuhanku! sesungguhnya aku, sesunguhnya aku,’ Lulu Allah menjawabnya, ‘Apakah engkau rela Aku memutuskan orang yang memutuskan hubunganmu, dan Aku menyambung orang yang menyambungmu ?.'”

Hasan, di dalam kitab At-Ta’liq Ar-Raghib (3/226) 47/66. Dari Said bin Sam’an, dia berkata,

٤٧/٦٦ سمَِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَتَعَوَّذُ مِنْ إِمَارَةِ الصِّبْيَانِ وَالسُّفَهَاءِ

“Aku mendengar Abu Hurairah berlindung dari kepemimpinan anak-anak kecil dan orang-orang bodoh.”

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (3191).

Siksaan bagi Orang yang Memutuskan Silaturrahim di Dunia

Dari Abu Bakrah, dia berkata “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

٤٨/٦٧ مَا مِنْ ذَنْبٍ أَحْرَى أَنْ يُعَجِّلَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى الْعُقُوْبَةَ لِصَاحِبِهِ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي اْلآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ

Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan oleh Allah siksaannya bagi pelakunya di dunia dan disimpan sisanya di akhirat daripada aniaya dan memutus silaturrahim’.”

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (917,976). (Abu Daud, 40-Kitab Al Adah, 43- Bab Fin-Nahyi Anil Baghyi. Tirmidzi: 35- Kitab Al Qiyamah, 57- Bab Haddatsana Ali ibnu Hajar. Ibnu Majah, 37- Kitab Az-Zuhdi, 23- Bab Al Baghyi, hadits 4211).