Bab Kewajiban Silaturrahim - DKM AL HIJRAH PH6 : DKM AL HIJRAH PH6

Bab Kewajiban Silaturrahim

July 31, 2018

34/48. Dari Abu Hurairah berkata,

٣٤/٤٨ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ اْلآيَةِ: {وَأَنْذَرْ عَشِيْرَتَكَ اْلأَقْرَبِيْنَ} (الشعراء : ٢۱٤) قَاَم النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَادَى: يَا بَنِى كَعْبِ بْنِ لُؤَيِّ! اَنْقِذُوْا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ، يَا بَنِى عَبْدِ مَنَافٍ! أَنْقِذُوْا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ، يَا بَنِى هَاشِمِ! أَنْقِذُوْا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ، يَا بَنِى عَبْدِ الْمُطَّلِبِ! أَنْقِذُوْا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ، يَا فَاطِمَةُ بِنْتِ مُحَمَّدٍ! أَنْقِذِي نَفْسِكَ مِنَ النَّارِ فَإِنِّي لاَ أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللهُ شَيْئًا، غَيْرَ أَنَّ لَكُمْ رَحِمًا سَاَبُلُّهَا بِبلاَلِهَا.

“Tatkala turun ayat, ‘(Dan peringatkanlah keluargamu yang terdekat)’ (Qs. As-Syu’araav (26): 214), maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri lalu mengajak (kaumnya),

‘Wahai bani Ka’ab Ibnu Lu’ai!, selamatkartlah dirimu dari siksa neraka, wahai bani Abdul Manaf! selamatkanlah dirimu dari siksa neraka, wahai Bani Hasyim! selamatkanlah dirimu dari siksa neraka, wahai bani Abdul Muththalib! selamatkanlah dirimu dari siksa neraka, wahai Fatimah binti Muhammad! selamatkanlah dirimu dari siksa neraka. Sesungguhnya aku tidak bisa melindungimu sedikitpun dari siksa Allah, hanya saja kalian memiliki rahim (kerabat) yang aku akan jalin silaturrahimnya di dunia.'”

Hadits shahih Ash-Shahihah (3177), (Bukhari, 55- Kitab Al Washaya, 11- Bab Hal Yadkhulunan-Nisaa’ wal Walad fil Aqarib?, Muslim, 1- Kitab Al Iman, hadits 348).

35/49. Dari Abu Ayyub Al Anshari, bahwa seorang Arab Badui menghadang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam perjalanannya, lalu berkata,

٣٥/٤۹ أَخْبِرْنِي مَا يُقَرِّبُنِى مِنَ الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدُنِي مِنَ النَّارِ، قَالَ: تَعْبُدُ اللهَ وَلاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ

“Ceritakanlah kepadaku hal-hal yang mendekatkan aku ke surga dan menjauhkan aku dari neraka,” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Sembahlah Allah dan janganlah engkau menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dirikanlah shalat, bayarlah zakat, dan sambunglah silaturrahim.”

Shahih, di dalam kitab At-Targhib (743), (Bukhari, 24-Kitab Az-Zakat, 1- Bab Wujubuz-Zakat, Muslim, Kitab Al Iman, hadits 12).

36/50. Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

٣٦/٥٠ خَلَقَ اللهُ عَزَّ وَجّلَّ الْخَلْقَ فَلَمَّا فَرَغَ مِنْهُ قَامَتِ الرَّحِمُ، فَقَالَ: مَهْ! قَالَتْ : هَذَا مَقَامُ الْعَائِذِ بِكَ مِنَ الْقَطِيْعَةِ، قَالَ: أَلآ تَرْضَيْنَ أَنْ أَصِلَ مَنْ َوصَلَكِ وَاَقْطَعَ مَنْ قَطَعَكَ؟ قَالَتْ: بَلَى يَا رَبِّ! قَالَ: فَذَلِكِ لَكِ، ثُمَّ قَالَ: أَبُو هُرَيْرَةَ: اِقْرَأُوْا إِنْ شِئْتُمْ فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنً تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوْا فِي اْلأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ (خحمد : ٢٢)

“Allah Azza wa Jalla telah menciptakan makhluk, maka ketika selesai penciptaan-Nya rahim berdiri, lalu Allah berkata, ‘Berhenti!.’ Rahim menjawab, ‘Ini adalah tempat orang yang berlindung kepada-Mu dari memutuskan hubungan (kerabat).’ Allah berkata, ‘Apakah engkau rela aku menjalin hubungan (silaturrahim) dengan orang yang menyambungmu dan Aku memutuskan yang memutuskanmu?’ Rahim menjawab, “Ya, wahai Tuhanku!’ Allah berkata, “Yang demikian itu untukmu.”

Kemudian Abu Hurairah berkata, “Bacalah jika kalian mau, ‘(Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?)” (Qs. Muhammaad(47): 22)

Shahih, di dalam kitab As-Silsilah Ash-Shahihah (2741), (Bukhari, 65- Kitab At-Tafsir, 47 Surah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Muslim, 45- Kitab Al Birru Wash-Shilau wal Adab, hadits 16).

Keutamaan Silaturrahim

37/52. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dia berkata,

٣٧/٥٢ أَتى رَجُلٌ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلََّمَ فَلَالَ: يَا رَسُوْلُ اللهِ اِنَّ لِي قَرَابَةً أَصِلُهُمْ وَيَقْطَعُوْنَ وَأَحْسِنُ إِلَيْهِمْ وَيُسٍيْئُونَ إِلَىَّ وَيَجْهَلُوْنَ عَلَى وَأَحْلُمُ عَنْهُمْ، قَالَ: لَئِنْ كُنْتَ كَمَا تَقُوْلُ كَأَنَّمَا تُسْفُّهُمُ الْمَلَّ، وَلاَ يَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللهِ ظَهِيْرٌ عَلَيْهِمْ مَا دُمْتُ عَلَى ذَلَكَ

“Seseorang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah!, sesungguhnya aku memiliki kerabat yang aku jalin terus hubunganku dengan mereka, tapi mereka memutuskan hubungannya denganku, aku berbuat baik kepada mereka, tapi mereka berbuat jahat kepadaku. Mereka menyakitiku, tapi aku membalasnya dengan lemah lembut.”‘ Rasulullah menjawab, “Sekiranya kejadiannya seperti apa yang engkau katakan, maka engkau memberikan mereka bara api, sedangkan pertolongan Allah senantiasa menyertaimu atas mereka selama engkau berlaku seperti itu.”

Shahih, di dalam kitab As-Silsilah Ash-Shahihah (2597): (Muslim, 45- Kitab Al Birru wash-Shilatu wal Adab, hadits 22).

38/53. Dari Abdurrahman bin Auf, bahwasanya dia mendengar Rasulullah slwllallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

٣٨/٥٣ قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنَا الرَّحْمَنُ وَاَنَا خَلَقْتُ الرَّحِمَ، وَاشْتَقَقْتُ لَهَا مِنِ اسْمِى فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ وَمَنْ قَطَعَهَا بَتَتُّهُ .

“Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Aku Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih), Aku telah menciptakan rahim yang Aku ambilkan dari nama-Ku, barang siapa menjalin hubungan silaturrahim, maka Aku akan menyambungkannya, dan barang siapa memutus hubungan silaturrahim, maka Aku akan putuskan hubungan dengannya.'”

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (520). (Abu Daud, 9-Kitab Az-Tjakat, 45- Bab Fi Shilatir-Rahim. Tirmidzi, 25- Kitab Al Birru wash-Shilah, 9- Bab Maja’afi Qathi’atir-Rahim).

39/54. Dari Abu Al Anbas, dia berkata, “Aku mengunjungi Abdullah ibnu Umar di kampung Wahth -yakni tanahnya yang di Thaif- lalu berkata, ‘Rasulullah sliallallahu ‘alaihi wasallam merapatkan jarinya kepadaku lalu bersabda,

٣۹/٥٤ الرَّحِمُ شَجْنَةٌ مِنَ الرَّحْمَنِ، فَمَنْ يَصِلَهَا يَصِلَهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا قَطَعَهُ لَهَا لِسَانٌ طَلْقٌ ذَلَقٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Rahim adalah bagian dari Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih). Barang siapa menjalinnya (hubungan silaturrahim), maka Allah akan menyambungnya dan barang siapa memutuskannya (hubungan Silaturrahmi), maka Allah akan memutuskannya. Rahim mempunyai lisan yang fasih dan lancar pada hari kiamat nanti.”

Shahih, di dalam kitab At-Ta’liq Ar-Raghib (3/226), Ghayatul-Maram (406).

40/55. Dari Aisyah radliallahu ‘anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

٤٠/٥٥ الرَّحِمُ شَجْنَةٌ مِنَ اللهِِ مَنْ وَصَلَهَا وَصَلَهُ اللهُ وَمَنْ قَطَعَهَا قَطَعَهُ اللهُ

“Rahim itu sebagian rahmat Allah. Barang siapa menjalin hubungan silaturrahmi, maka Allah akan menjalin hubungannya dan barang siapa memutus hubungan silaturrahim maka Allah akan memutuskannya.”

Shahih, di dalam kitab As-Silsilah Ash-Shahihah (925), (Muslim, 45- Kitab Al Birru wash-Shilatu wal Adabu, hadits 17).

Silaturrahim Menambah Umur
41/56. Dari Anas ibnu Malik, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

٤۱/٥٦ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan ditambah umurnya, maka hendaklah menjalin silaturrahim.”

Shahih, di dalam kitab Shahih Abu Daud (1485). (Bukhari, 78, Kitab Al Adab, 12- Bab Busitha Lahu Fir-Rizqi bi Shalatirrahim).

42/57. Dari Abu Hurairah berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

٤٢/٥٧ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلً رَحِمَهُ

“Barang siapa ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya menjalin silaturrahim.”

Shahih, di dalam kitab Shahih Abu Daud (1486). (Bukhari, 78-Kitab Al Adah, 12- Bab Man Busitha Lahu fir-Rizqi bi Shilaturrahim).

Orang yang Menjalin Silaturrahim, Pasti Dicintai Allah

43/58. Dari Ibnu Umar berkata,

٤٣/٥٨ مَنِ اتَّقَى رَبِّهِ وَوَصَلَ رَحِمَهُ نُسِّىءَ فِي أَجَلَِه (وَفِى لَفْظٍ: أُنْسِى لَهُ فِى عُمُرِهِ ٥۹) ِ وَثَرَا مَالُهُ وَأَحَبَّهُ أَهْلُهُ

“Barang siapa takut kepada Tuhannya dan menjalin silaturrahim, maka diakhirkan ajalnya (dalam redaksi lain-dipanjangkan umurnya 59), ditambahkan hartanya, dan dicintai keluarganya.”

Hasan, di dalam kitab As-Silsilah Ash-Shahihah (267).