Bab Menawarkan Islam Kepada Ibu Nasrani - DKM AL HIJRAH PH6 : DKM AL HIJRAH PH6

Bab Menawarkan Islam Kepada Ibu Nasrani

April 14, 2018

Menjelaskan bahwa dakwah Islam kepada ibunya kepada Islam termasuk birrul walidah/in
demikian juga orang tuanya terlibat bid’ah atau maksiat, dan itu membutuhkan teknik

  1. Dengan kata lembut
  2. Tidak harus dengan lisan kita atau buku, atau
  3. Meminta penjelasan
  4. Dengan mushohabah bil ma’ruf
  5. Bisa saja walau ia sudah tua ia akan menerima dakwah diakhir hidupnya

Hadits 34

tua Usaha birr walidah dari Abu Hurairah kepada ibunya
a. dengan mengajak ibunya yang nasrani kepada Islam
b. dengan mendoakan hidayah untuk ibunya
2. dalam riwayat lain (tidaklah seorang mukmin mendengarku melainkan mencintaiku)
3. (doakan aku dan ibuku)  meminta tambahan doa dari nabi

(bab berbakti sepeninggal kedua orangtuanya)

bab ini menjelaskan birrul walidain tidak terputus dengan kedua ortunya selepas meninggalnya mereka
sebagian manusia mengira tidak demikian

hadits 35 (dha’if)
1. al ghasiil  yang dimandikan malaikat yaitu hanzholah
2. berbakti sepeninggal mereka dengan empat hal
a. mendoakan orang tua dengan surga, rahmat, memohonkan ampunan
b. melaksanakan wasiat keduanya
c. memuliakan teman ortunya
d. menyambung silaturahmi yang semisal bibi paman, sepupu

hadits 36

1. istighfar bagi orang tua menaikkan derajat ortunya
2. bentuk birrul walidain sepeninggal orang tua MUSLIM
3. pentingnya pendidikan anak agar bermanfaat kelak di kemudian hari bagi orang tua

hadits 37
4. Abu Hurairah mendoakan ibunya  syahid hadits ini
5. keutamaan mendoakan Abu Hurairah dan ibunya
6. keutamaan mendoakan kaum muslimin yang telah meninggal (barangsiapa memohonkan ampun bagi kaum muslimin muslimat, maka bagi setiap muslimin muslimat satu kebaikan) –thabrani-
7. kaum muslimin mendapat manfaat dari doa saudaranya baginya

hadits 38

1. (shadaqah jariyah ) : membeli sumur, membangun sekolah yatim, atau mewakafkan sesuatu
2. (ilmu bermanfaat) : ilmu, kitab, atau rekaman yang bermanfaat yang ilmu sampai melalui dirinya, termasuk membagi kitab, mencetaknya
3. (anak sholeh yang mendoakannya) : doa anak sampai dan bermanfaat bagi ortunya
a. anjuran untuk mencetak anak anak sholeh/ah
4. ada mayat yang panen pahala padahal dia di kubur dengan salah satu atau tiga hal ini dan SEBALIKNYA
5. ada yang masih hidup namun tidak menambah kecuali dosa
6. keutamaan menikah dengan niat mencari keturunan shalih yang mendoakan (an nawawi)
7. anjuran mencari pasangan hidup shalih/ah
8. gak perlu KB

hadits 39

1. pada asalnya seseorang hendaknya berwasiat
2. ما حقُّ امرِئٍ مُسلمٍ يبيتُ ليلتينِ ولَهُ شيءٌ يوصي فيهِ ، إلَّا وصيَّتُهُ مَكْتوبةٌ عندَهُ
عبدالله بن عمر• الألباني، صحيح الترمذي ٩٧٤ • صحيح
3. bentuk birul walidain sepeninggal orangtua dengan harta adalah dengan sadaqah atas namanya
4. shodaqoh atas nama orangtua bermanfaat
5. atau umroh atau haji dll

hadits 40 dan 41

1. safar : ke mekah
2. yang ditemui adalah anak teman baiknya Umar/bapaknya
3. alasta ibnal fulan : menunjukkan anak hendaknya akrab dengan bapaknya sehingga tahu teman baiknya,
a. beda dengan sebag anak anak sekarang (11.40)
b. tanda kiamat adalah diucapkan salam hanya pada yang dikenal
c. “ إن من أشراط الساعة، ان يمر الرجل في المسجد لا يصلي فيه ركعتين، والا يسلم الرجل إلا على من يعرف “. (رواه ابن خزيمة في صحيحه، وصححه الألباني بطرقه كما في تعليقه على ابن خزيمة)
5. dalam riwayat lain “inna abarral…ba’da an yuwalli (yamuut)” 
6. yasta’qib : membawa untuk ganti kendaraan
7. ibnu umar berbuat baik kepada anak teman bapaknya.

BAB tidak boleh memutus hubungan dengan orang yang dulu menyambung hubungan dengan bapakmu sehingga padam cahayamu

hadits 42

1. birrul kepadanya termasuk birul ab
2. padam cahayamu  umum bagi semua maksiat, termasuk memutus silatuahmi
3. makna shahih namun hadits ini tidak shahih

BAB kecintaan itu saling diwariskan

hadits 43

1. anak mendapatkan warisan dari bapaknya
2. anak umumnya terpengauh dengan akhlaq bapaknya
3. demikian pula kebencian, meski HAL ITU tidak SELALU
4. warisan itu bisa berupa harta maupun dalam yang lain “waritsa sulaimanu dawud”, “ulama pewaris para nabi”
5. wajib bagi bapak untuk berakhlak yang mulia karena ia dicontoh
6. dari sisi anak, hendaknya ia tidak mengikuti akhlak bapaknya yang kurang baik
7. karena “ilmu bit ta’allum, wal hilm bit tahallum, waman taharra al khoir yu’tho” mematahkan alasan anti perubahan
BAB tidak bolehnya anak menyebut langsung nama bapaknya dan mendahuluinya, dan jalan di depannya

hadits 44

pelajaran adab terhadap orangtuanya
1. yang lebih buruk adalah memanggil dengan julukan yang tidak disukai bapaknya atau kurang pantas, misal si uban, atau si jenggot
2. hendaknya dipilih ungkapan lembut, misal ayahanda saya –hafizhahullah- dst
3. tidak duduk duluan  hendaknya menunggu bapaknya duduk dulum atau membantu bapaknya duduk jika butuh bantuan
4. tidak jalan di depan  kecuali jika dibutuhkan

BAB apakah boleh memanggil bapak dengan kunyah nya?

bab ini menjelaskan bahwa hal tersebut tidak mengapa

hadits 45 46

cukup jelas

BAB wajib nya silaturahmi
bab berbicara tentang wajibnya silaturahmi kepada kerabat
1. silaturahmi berupa salam, menjenguk, membantu, salam dll
“فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ”
3. intinya adalah dua :
a. memberi kebaikan kepada mereka
b. menolakkan keburukan dari mereka semampunya

hadits 47
1. tertib urutan prioritas dalam bersilaturahmi

hadits 48
1. ayat menunjukkan pentingnya perhatian kepada kerabat terdekat
2. utamanya bagi mereka yang Allah beri ilmu agar memberikan yang terbaik bagi mereka
3. “مَنْ بطَّأَ بهِ عملُهُ لمْ يُسرِعْ بهِ نسبُهُ
4. [أبو هريرة] • الزرقاني (١١٢٢ هـ)، مختصر المقاصد ٩٦١ • صحيح”
5. menunjukkan bahwa kedekatan dengan nabi saja tidak cukup meski secara nasab terdekat, karena ibroh ada pada iman
6. قلتُ : يا رسولَ اللهِ، من أسعَدُ الناسِ بشفاعتِك يومَ القيامةِ ؟ فقال : ( لقد ظنَنتُ، يا أبا هُرَيرَةَ، أن لا يسألَني عن هذا الحديثِ أحدٌ أولَ منك، لمِا رأيتُ من حِرصِك على الحديثِ، أسعدُ الناسِ بشفاعتي يومَ القيامةِ مَن قال : لا إلهَ إلا اللهُ، خالصًا من قِبَلِ نفسِه )
7. yang bermanfaat adalah amalnya وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ ۚ فَمَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
8. “selamatkan dirimu sendiri dari neraka”  dengan tauhid