Pekan ke 3.Tgl 20 mei 2017/23 Sya'ban 1438.H* - DKM AL HIJRAH PH6 : DKM AL HIJRAH PH6

Pekan ke 3.Tgl 20 mei 2017/23 Sya’ban 1438.H*

July 22, 2017

*Ringkasan Kajian Masjid Al-Hijrah PH6 sabtu mlm ahad pekan ke 3.Tgl 20 mei 2017/23 Sya’ban 1438.H*

 

Ustadz Ahmad Ya’kub

 

 

✏✏RINGKASAN FAIDAH AL ADABUL MUFRAD KARYA AL IMAM AL BUKHARI

(disarikan dari syarh al adabil mufrod syaikh Abdurrazzaq dan Kitab syarh yang lain)

 

?hadits ke-4

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa seseorang mendatanginya dan berkata : “sesungguhnya aku pernah meminang seorang wanita lalu ia menolak menikahiku, lantas ada orang lain yang meminangnya dan justru ia menginginkan menikah dengannya, maka aku pun cemburu dan membunuhnya, apakah masih ada jalan taubat untukku?

 

maka ibnu abbas berkata : apakah ibumu masih hidup? jawab orang itu : tidak. Kata ibnu abbas : taubatlah kepada Allah dan lakukan kebaikan semampumu.

 

berkata Atha bin yasaar : lantas aku pun mendatangi ibnu abbas dan bertanya : kenapa anda tadi menanyakan tentang ibunya masih ada atau tidak?

maka jawab ibnu abbas : sesungguhnya aku tidak mengetahui suatu amalan yang lebih bisa mendekatkan diri kepada Allah ketimbang berbakti kepada ibu”

 

?Penjelasan hadits

hadits ini diletakkan penulis untuk memberikan penjelasan tentang ketinggian kedudukan berbakti kepada ibu

 

?Pelajaran hadits

1. merahasiakan aib orang lain

2. bahaya cemburu buta

3. hendaknya jangan berputus asa dari ampunan sebesar apapun dosanya

4. bahwa dosa membunuh bisa diampuni dengan taubat dan mengerjakan kebaikan sebanyak mungkin

5. pentingnya bertanya kepada ahli ilmu/ ulama

6. semangat para salafus shalih dalam bertanya kepada sahabat nabi

7. keutamaan ilmu

8. adab bertanya kepada guru

9. hendaknya guru atau pengajar tidak membuat putus asa objek dakwahnya

10. kebaikan bisa menghapus keburukan

11. tingginya nilai kebaikan bakti kepada ibu

12. tawadhu (rendah hatinya) ibnu abbas dengan mengatakan “sesungguhnya aku tidak mengetahui…” maksudnya sebatas yang beliau ketahui

13. kecermatan ibnu abbas dalam memilih kata kata dan ungkapan

 

?BAB BERBAKTI KEPADA BAPAK

maksud bab ini menjelaskan bahwa berbakti kepada bapak adalah wajib

 

?hadits ke-5

dari abu hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada yang bertanya : “Wahai Rasulullah, kepada siapa aku berbakti?

kata beliau : IBUMU. lalu ia bertanya : lalu siapa?

kata beliau : IBUMU. lalu ia bertanya : lalu siapa?

kata beliau : IBUMU. lalu ia bertanya : lalu siapa?

kata beliau : BAPAKMU.”

 

?Pelajaran hadits

1. wajibnya berbakti kepada bapak

2. bapak adalah yang paling berhak setelah ibu untuk mendapatkan kebaikan seseorang

3. berbakti kepada ibu tiga kali lipat ketimbang kepada bapak

 

?hadits ke-6

Dari abu hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seseorang mendatangi Nabi Allah shallallahu’alihi wa sallam dan berkata : “apa yang anda perintahkan kepadaku?”

jawab nabi : BERBAKTILAH KEPADA IBUMU, lalu orang itu mengulang pertanyaannya

maka jawab nabi BERBAKTILAH KEPADA IBUMU, lalu orang itu mengulang pertanyaannya

maka jawab nabi BERBAKTILAH KEPADA IBUMU, lalu orang itu mengulang pertanyaannya keempatkalinya

maka jawab nabi BERBAKTILAH KEPADA BAPAKMU.

 

?Pelajaran hadits

1. ketundukan sahabat nabi kepada perintah nabi shallallahu’alihi wa sallam

2. perintah nabi untuk berbakti kepada ibu menunjukkan wajibnya hal tersebut

3. diulangnya tiga kali menunjukkan penekanan masalah ini

4. wajib juga bakti kepada bapak setelah kepada ibu

 

?BAB BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA MESKI KEDUANYA ZHALIM

 

?hadits ke-7

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata : “tidaklah ada seorang muslim yang memiliki kedua orang tua muslim, ia selalu menyapa mereka di waktu pagi dengan mengharap (pahala dari Allah), melainkan Allah bukakan dua pintu –yaitu pintu surga-, kalau hanya salah satu keduanya maka satu pintu (yang dibuka), dan jika ia membuat murka salah satu keduanya maka Allah tidak ridho kepadanya sampai ia ridho kepadanya.”

 

ada yang bertanya : meski keduanya menzhaliminya? kata ibnu abbas : (ya, meski keduanya menzhaliminya)”

 

✏HADITS INI DIDHA’IFKAN OLEH SYAIKH ALBANI KARENA ADA PERAWI YANG MAJHUL

 

?keterangan

Atsar  ini meski dha’if namun maknanya benar, karena kezhaliman yang terbesar adalah syirik dan orang tua yang musyrik dan mengajak kepada kesyirikan, maka anaknya tetap wajib berbakti kepada keduanya meski tidak mengikuti ajakan syiriknya. Maka kezhaliman di bawah syirik tentu lebih utama lagi untuk menjadi sebab seorang anak tetap berbakti kepada orang tuanya. (syarh Syaikh Abdurrrazzaq Al Badr hafizhahullah di http://al-badr.net/sub/33 halaqoh kedua)

 

?pelajaran hadits

1. larangan bersikap buruk kepada orangtua dengan perkataan atau perbuatan meski mereka orang zhalim

2. zhalim disini baik syirik maupun zhalim kepada orang lain atau kepada sang anak sendiri

3. separah parah zhalim adalah syirik. meski demikian Allah perintahkan kepada anak untuk TETAP bakti ortu yang musyrik”dan pergaulilah keduanya dengan baik di dunia”

4. bahwa memulai pagi dengan berbuat baik ke ortu mendatangkan keberkahan

5. dibuka dua pintu surga maksudnya maka dibuka pintu surga semenjak pagi untuknya

6. bahkan jika bapaknya atau ibunya berbuat zhalim ke anaknya maka hendaknya jangan sang anak melupakan kebaikan bapak dan ibunya yang begitu besar

 

(bersambung insya Allah)